PT Indonesia Kendaraan Terminal lepas IPO 30% Saham

PT Indonesia Kendaraan Terminal lepas IPO 30% Saham

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) pada bulan Juli akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Anak perusahaan dari Pelindo II ini akan melepas 561.101.600 saham atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Rencananya 50% dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure/capex), 25% untuk perpanjangan sewa lahan, dan sisanya untuk modal kerja.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengatakan “Hampir semua ekspor impor produk otomotif di Indonesia memanfaatkan terminal kendaraan IKT, karena IKT adalah satu-satunya perusahaan yang mengelola terminal komersial, yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan di Indonesia. Ini membuat IKT akan terus tumbuh menjadi salah satu terminal kendaraan terbesar dan modern di Asia, bahkan dunia,”

Elvyn menjelaskan, Indonesia adalah negara dengan penjualan mobil terbesar ke-17 di dunia dan nomor satu di Asean. Secara produksi, Indonesia ada di peringkat ke-18 dunia, dan nomor dua di ASEAN.

“Tahun ini Insya Allah di bulan Juli tanggal 10 akan ada 1 anak usaha menjadi public listed company, Indonesia Kendaraan Terminal. Ini perusahaan bagus, kita akan lepas sahamnya maksimal 30% satu-satunya kendaraan terminal di Jakarta bahkan Indonesia mungkin,” ujar Elvyn.

PT IKT menyediakan jasa terminal yang disiapkan tak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus, dan suku cadang. Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700.000 unit kendaraan per tahun.

Harga penawaran umum saham perdana (IPO) akan ditetapkan pada 25 Juni 2018, sementara pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2018.

PT IKT membukukan pendapatan sebesar Rp 422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 314,3 miliar. EBITDA naik menjadi Rp 175,4 miliar dari Rp 133,4 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp 208,6 miliar dari Rp 164,5 miliar, dan laba bersih melonjak menjadi Rp 130,1 miliar dari Rp 98,4 miliar.

BACA :   Dow Jones Naik Usai Tersundul Rebound dari Lira Turki

Diproyeksikan PT IKT akan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke lima di dunia sehingga saat ini IKT menargetkan hingga 2022 perluasan lahan menjadi 89,5 ha dengan kapasitas tampung sebesar 2,1 juta kendaraan.