Profit Telkomsel dan Unilever Turun

Profit Telkomsel dan Unilever Turun

Profit Telkomsel dan Unilever Turun

Dilansir dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Selasa (31/7/2018), laba bersih TLKM di semester I-2018 sebesar Rp 8,83 triliun. Angka itu turun 28,13% dibandingkan laba bersih perseroan di semester I-2017 sebesar Rp 12,1 triliun. Termasuk juga laporan keuangan UNVR di keterbukaan inforrmasi, Selasa (31/7/2018), pada semester I-2018 laba bersih UNVR sebesar Rp 3,53 triliun. Angka itu turun dari laba bersih semester I-2017 sebesar Rp 3,62 triliun.

Pendapatan Unilever Indonesia juga turun tipis 0,38% dari Rp 21,26 triliun di semester I-2017 menjadi Rp 21,18 triliun. Beban pokok penjualan perusahan juga naik 0,64% dari Rp 10,35 triliun menjadi Rp 10,4 triliun.

Pendapatan TLKM di semester I-2018 juga hanya naik tipis sebesar 0,54% dari Rp 64,02 triliun di semester I-2017 menjadi Rp 64,36 triliun.

Pos beberapa beban perusahaan juga tercatat naik. Seperti beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi naik dari Rp 18,4 triliun menjadi Rp 21,8 triliun.

Jumlah aset yang dimiliki dilaporkan naik dari posisi akhir 2017 sebesar Rp 198,48 triliun menjadi Rp 201,96 triliun di akhir Juni 2018.

Sementara jumlah liabilitas perseroan naik dari Rp 86,35 triliun menjadi Rp 103,6 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 53,7 triliun dan jangka panjang sebesar Rp 49,9 triliun.

Untuk Unilever jumlah aset perusahaan naik dari posisi akhir 2017 sebesar Rp 18,9 triliun menjadi Rp 20,52 triliun di akhir Juni 2018.

Sementara jumlah liabilitas Unilever Indonesia juga naik dari Rp 13,7 triliun menjadi Rp 15,5 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 14,4 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 1,1 triliun.

BACA :   Mengukur Luasnya Properti Intiland Development

Selain itu juga dikabarkan rencananya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada hari ini akan mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2018 yang juga mengalami penurunan laba bersih.

Meski begitu penjualan bersih konsolidasi INDF naik 1% dari Rp 35,65 triliun menjadi Rp36,00 triliun. Laba usaha juga sebenarnya tumbuh 2,1% dari Rp 4,45 triliun menjadi Rp 4,54 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengkhawatirkan kondisi perekonomian global yang kian tak menentu.