Peningkatan ekspor telur dari 2015-2018

Peningkatan ekspor telur dari 2015-2018

Peningkatan ekspor telur dari 2015-2018

Indonesia selama beberapa tahun ini berusaha meningkatkan produktifitas dan keunggulan produksi hasil unggas baik itu telur dan daging. Terbukti dengan Indonesia berhasil melakukan perdagangan hasil unggas sampai ke luar negeri.

Dilihat disitus Kementrian Pertanian bahwa ekspor Indonesia untuk telur telah meningkat drastis ke beberapa negara.

Ekspor telur unggas pada tahun 2015 hanya berkisar 13 ton, 2016 naik menjadi 303 ton dan 2017 pun naik menjadi 386 ton. Negara tujuan ekspor meliputi Myanmar, Papua Nugini, Vietnam, dan Malaysia.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekspor 2017 terhadap 2015 sebesar 2.824% dan pertumbuhan ekspor 2017 terhadap tahun sebelumnya mencapai 27%,” ujar Kepala Pusat data dan Informasi Kementan Ketut Kariyasa.

Ketut Kariyasa menyatakan pertumbuhan ekspor tersebut patut dibanggakan dan dicatat sebagai sejarah baru kebangkitan dunia usaha unggas khususnya untuk hasil telur Indonesia. Pasalnya, di tahun 2013 Indonesia sama sekali tidak melakukan ekspor dan di tahun 2014, Indonesia hanya mampu mengekspor telur sebanyak 1 ton.

“Ini membuktikan Indonesia berhasil mengembangkan usaha telur unggas dan bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam mengembangkan telur yang berkualitas premium dan sesuai dengan persyaratan internasional,” tegasnya.

“Artinya, pertumbuhan ekspor daging ayam 2017 terhadap 2016 mencapai 1.834%. Di tahun 2018 ditargetkan volume ekspor semakin naik dan pasar internasional pun diperluas,” sebutnya.

Ketut mengungkapkan populasi unggas tahun 2018 diproyeksikan 20 ekor breeder, 166 juta ekor layer, 3 hingga 3,2 miliar ekor broiler dan 52 juta ekor male layer. Dia mengatakan pertama dalam sejarah, di tahun 2018 Indonesia telah mengekspor daging ayam olahan yang menembus pasar Jepang. Selain Jepang, Indonesia juga siap mengekspor ke Malaysia, Timor Leste dan Filipina.

BACA :   Ini Rencana Ekspansi Bukit Asam Sampai Akhir Tahun 2018

“Dengan begitu, di tahun 2018 ekspor produk peternakan Indonesia dipastikan mampu menembus pasar-pasar negara yang tergabung dalam MEA. Ekspor tersebut merupakan implementasi upaya Kementan meningkatkan perekonomian negara melalui penerimaan devisa,” tuturnya.

Peningkatan hasil ekspor ini diharapkan meningkatkan juga pendapatan yang dipeoleh oleh petani dan peternak unggas, sehingga kehidupan menjadi lebih baik dan kedepannya para peternak dapat menerima bantuan kredit murah dari pemerintah melalui program KUR melalui bank nasional dan lembaga pembiayaan yang disediakan oleh pemerintah.