Pengurangan bunga kredit usaha mikro

Pengurangan bunga kredit usaha mikro

Pengurangan bunga kredit usaha mikro

Di dalam kondisi perekonomian saat ini, pemerintah tengah menggalakkan usaha mikro yang juga akan menyokong perekonomian negara sekaligus meningkatkan taraf hidup warganya.

Kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja, membuat pemerintah ingin warganya memiliki jiwa pengusaha, maka dari itu Pemerintah berusaha merevisi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2017 (PMK 22/2017) tentang Pembiayaan Ultra Mikro (UMI). Revisi ini akan memangkas bunga kredit tersebut menjadi 6%.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat.

“Kita sudah bahas beberapa kali dan memang kita sudah akan merevisi untuk PMK-nya ini dalam minggu ini,” katanya.

“Suku bunga yang disampaikan kepada penyalur seperti Bahana, PNM (Permodalan Nasional Madani), maupun Pegadaian akan diturunkan, sehingga nanti kepada masyarakat menjadi 6%, dan itu nanti diatur dalam PMK,” lanjutnya.

Untuk diketahui, pembiayaan ultra mikro ini ditujukan bagi pelaku usaha mikro dengan kebutuhan pembiayaan di bawah Rp 10 juta.

Pelaksanaan program pembiayaan tersebut dilakukan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yaitu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) termasuk Koperasi sebagai penyalur pembiayaan UMI.

Sri Mulyani mengatakan kredit ini sangat membantu para pedagang kecil di pasar yang membutuhkan bantuan pembiayaan berkisar hingga Rp 10 juta. Sejak digulirkan sejak 2017, program ini dinilai cukup sukses membantu pedagang maupun koperasi menjalankan usahanya.

“Kalau KUR kan lewat bank, jumlah anggarannya Rp 100 triliun. Tapi itu untuk volume yang di atas, sehingga masyarakat kecil ini memang segmen yang berbeda dan selama ini mereka dapat pinjaman dari berbagai sumber tapi dengan biaya yang lebih tinggi. Ada yang 24% bahkan 50%. Pemerintah menggunakan investasinya sekarang jumlahnya sudah Rp 2,5 triliun diputarkan dengan volume yang kecil tadi. Jadi ini dari rakyat untuk rakyat,” katanya.

Adapun penyaluran kredit ultra mikro yang digagas pemerintah sejak tahun lalu dengan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun telah tersalurkan sebesar Rp 1,04 triliun. Hingga 22 Mei 2018, kredit ini berhasil disalurkan ke 385.277 debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.