Kinerja Radiant Utama Terdongkrak Oleh Harga Migas

Kinerja Radiant Utama Terdongkrak Oleh Harga MigasKinerja Radiant Utama Terdongkrak Oleh Harga Migas

Kinerja PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) meningkat karena membaiknya harga minyak dan gas bumi. Di sepanjang semester I-2018, penjualan serta laba bersih perusahaan ini mengalami kenaikan.

Pendapatan perusahaan ini naik 8,45% dari Rp 543,73 miliar menjadi Rp 589,66 miliar. Pendapatan paling besar berasal dari bisnis jasa pendukung operasi senilai Rp 351,67 miliar. Lalu jasa agensi dan kegiatan lepas pantai, jasa inspeksi dan lain-lainnya.

Sementara, laba tahun berjalan perusahaan ini naik 42,94% dari Rp 7,11 miliar semester I-2017 jadi Rp 10,17 miliar di periode sama 2018.

“Secara umum, menggeliatnya industri migas mempengaruhi kenaikan nilai kontrak, pendapatan, dan laba perseroan ini. Di sisi lain beban operasional dan finansial perusahaan terjaga, sehingga laba tahun berjalan naik,” ujar Mona Nazaruddin, Sekretaris Perusahaan RUIS.

Menurut Mona, saat bisnis sektor migas menggeliat, membuat Radiant lebih masif untuk mengincar proyek-proyek baru, dengan nilai kontrak yang cukup besar. Asal tahu saja, sebelumnya akibat harga minyak yang turun banyak tender-tender jasa migas yang ditunda pelaksanaannya. Ia berharap bisa memenangkan tender-tender yang saat ini telah dimulai pasca harga minyak menggeliat naik. “Tender-tender di Blok Mahakam telah banyak yang kembali dibuka dan kami menang,” lanjutnya.

Hanya saja dirinya tak merinci berapa nilai kontrak yang dimenangkan di Blok Mahakam. PT Pertamina Hulu Mahakam pada tahun ini bakal mengadakan 10 tender yang nilainya mencapai Rp 1 triliun. Sebelumnya, RUIS menyebutkan mengincar setidaknya 2-3 tender di Blok Mahakam.

Radiant sampai dengan semester I-2018 sudah mencatatkan kontrak baru. Apalagi perusahaan ini juga masih memburu kontrak-kontrak baru untuk migas dan energi baru dan terbarukan sampai akhir tahun. “Realisasi kontrak baru yang kami didapatkan sebesar Rp 1,3 triliun, sedangkan contract on hand Rp 2,2 triliun,” ujarnya.

Saat ini manajemen Radiant juga tengah mengembangkan proyek geotermal melalui anak usahanya PT Supraco Indonesia. Asal tahu, RUIS memiliki proyek geotermal di Sorik Marapi. Selain itu, mereka juga mengerjakan proyek listrik tenaga surya di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Perusahaan ini menggenggam 5% saham di proyek Sorik Merapi yang di targetkan menghasilkan listrik 240 MW. Tahun ini, proyek tersebut ditargetkan bisa menyumbang 20 MW ke sistem PLN lantaran dari 5 sumur yang di bor tahun ini memiliki sumber panas bumi setara 50 MW.