IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Kembali

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Kembali

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Kembali

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kembali menguat pada perdagangan saham rabu pekan ini. Data penjualan mobil akan pengaruhi laju IHSG.

Analis PT Indosurya bersinal Sekuritas, William Suryawijaya menjelaskan, pergerakan IHSG masih terlihat dalam konsolidasi wajar. William akan mengatakan bila terjadi koreksi, pelaku pasar dapat lakukan aksi beli, mengingat konsidi fndamental ekonomi Indonesia masih cukup stabil.

“Indikasi melanjutkan penguatan cukup besar menuju level 6.650. IHSG bergerak menguat usai terkonslidasi,” ungkap Lanjar.

Untuk pemilihan saham, William memiliki saham PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk(ICBO), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sedangkan Nafan memilih saham PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) untuk dicermati pelaku pasar.

IHSG menguat 54,72 poin atau 0,84 persen ke posisi 6.578,18 pada perdagangan saham kemarin. Sektor saham tambang mendorong penguatan IHSG. Saham PT Bukit Asam Tbk, PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memimpin penguatan IHSG.

Penguatan sektor saham tambang batu bara memimpin penguatan di dorong harga btu bara yang bertahan di atas level US$ 100 metrik per ton (MT). Namun, investor asing melakukan aksi jual Rp 221,57 miliar.

Pada perdagangn kemarin IHSG mengalami penguatan, Laju Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) mampu menguat di zona hijau sepanjang Selasa pekan ini. Namun investor asing masih melakukan aksi jual.

Penutupan perdagangan saham, Selasa 13 Februari 2018, IHSG naik 54,72 poin atau 0,84 persen ke posisi 6.578,17. Indeks saham LQ45 menguat 1,08%. Sebagian besar indeks saham acuan mampu menguat kecuali indeks saham DBX turun 0,19%.

BACA :   Kondisi Rupiah dan IHSG Jumat pagi 20 Juli 2018

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.595,89 dan terendah 6.544,67. Ada sebanyak 218 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 145 saham melemah dan 112 saham dian di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 439.045 kali dengan volume perdagangan 13,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 154,92 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.646.

Secara sektoral, 10 sektor saham mampu menguat. Sektor saham tambang naik 1,71 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 1,39 persen, dan sektor saham keuangan menguat 1,14 persen.

Saham-saham catatkan top gainers antara lain saham IKAI naik 11,81 persen ke posisi Rp 284, saham TRAM menguat 6,25 persen ke posisi Rp 340 dan saham PTBA melonjak 5,83 persen ke posisi Rp 3.270 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BGTG turun 14,36 persen ke posisi Rp 155, saham RIMO merosot 7,85 persen ke posisi Rp 176, dan saham PICO susut 6,4 persen ke posisi Rp 234.

Sebagian besar bursa saham Asia menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,21 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,41 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,98 persen.