Dollar AS Mengalami Pelemahan Selama 6 Hari Berturut-turut

Dollar AS Mengalami Pelemahan Selama 6 Hari Berturut-turutDollar AS Mengalami Pelemahan Selama 6 Hari Berturut-turut

Sempat mengalami penguatan, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) akhirnya melemah pada tengah pekan ini. hari Rabu (22/8) pukul 20.25 WIB, indeks dollar turun sebesar 0,30% ke level 94,97. Indeks dollar telah turun dalam 6 hari berturut-turut.

Padahal, indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini sempat menguat ke 95,38. Nilai tukar dollar AS melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak senang dengan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

“Tampaknya, Trump berniat menjaga dollar AS lebih lemah agar tetap kompetitif,” kata David Madden, chief market analyst CMC Markets kepada Reuters. Jika dollar terlalu kuat, maka barang-barang AS akan lebih mahal di pasar internasional.

Berkebalikan dengan dollar, harga emas cenderung naik. Harga emas menguat ke US$ 1.204,90 per ons troi. Harga minyak ini naik dalam empat hari perdagangan berturut-turut dari level terendah 2018 yang tercapai Kamis pekan lalu.

Pernyataan bersalah atas dua mantan penasihat Trump turun menyebabkan mata uang the greenback makin tertekan.