Bursa Wall Street Rebound Didukung Rencana Pertemuan China-AS

Bursa Wall Street Rebound Didukung Rencana Pertemuan China-ASBursa Wall Street Rebound Didukung Rencana Pertemuan China-AS

Bursa saham Amerika Serikat (AS) reboundkarena didukung sejumlah sentimen yang dianggap positif oleh pasar. Seperti serangkaian laporan laba emiten-emiten yang kuat, pelemahan dollar AS serta rencana China memulai lagi pembicaraan dengan AS terkait tarif dagang pada akhir bulan ini.

Kamis (15/8) hingga pukul 9.52 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 323,31 poin atau 1,28% ke level 25.485,72. Indeks S&P 500 juga naik 18,96% atau 0,67% ke 2.837,33 dan indeks Nasdaq Composite menguat 45,31 poin atau 0,58% menjadi 7.819,43.

“Pasar rebound setelah sell-off pada Rabu (15/8). Indeks rebound di tengah berita tentang AS dan China yang akan melanjutkan pembicaraan,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Spartan Capital Securities di New York seperti dilansir Reuters.

Menurut dia, setiap muncul harapan yang akan meredakan kekhawatiran perang dagang, maka pasar akan dapat fokus pada berita makro ekonomi dan laba perusahaan.

Pelemahan dollar AS juga mendorong penguatan bursa Wall Street. Sebelumnya, pasar khawatir dengan posisi dollar AS yang terlalu kuat terhadap mata uang utama dunia.

Greenback jatuh setelah investor membeli kembali mata uang yang terpukul aksi jual baru-baru ini. Sementara mata uang Turki, lira kembali rally setelah Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan negaranya akan keluar dari volatilitas pasar saat ini dengan lebih kuat. Penguatan lira mengendurkan tekanan ke pasar.

Fokus perhatian investor pun kembali ke kinerja keuangan emiten AS. Laba kuartal kedua 2018 emiten lebih kuat dari harapan. Thomson Reuters mencatat, 79% dari 460 emiten penghuni indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan, mendulang laba yang mengalahkan ekspektasi analis.