Bursa Asia Turun Lebih Dari 1% Usai Terseret Sentimen Perang Dagang

Bursa Asia Turun Lebih Dari 1 persen Usai Terseret Sentimen Perang DagangBursa Asia Turun Lebih Dari 1% Usai Terseret Sentimen Perang Dagang

Bursa Asia kembali melanjutkan pelemahan di perdagangan hari Kamis (16/8), sementara itu yen sebagai safe haven lagi-lagi menjadi pilihan investor. Saham teknologi merosot tajam sedangkan harga minyak mentah dan tembaga ikut menyeret penurunan saham-saham sektor komoditas.

Mengutip Bloomberg pukul 8:25 WIB, Indeks Topix dan Nikkei di Jepang melemah 1,38% dan dan 1,2%. Kurs yen menguat 0,2% ke level ¥ 110,56 per dollar AS

Indeks Kospi di Korea Selatan merosot 1,78% dan ASX di Australia tergerus 0,51%.

Saham dari Sidney hingga Seoul merosot mengekor penurunan bursa Amerika Serikat tadi malam akibat kekhawatiran akan memanasnya perang dagang.

Lynda Scheweitzer, Manager Portofolio Loomis Sayles di Sidney menilai, penurunan ini bukan menunjukkan pemburukan pasar Asia. “Saya tidak melihat fundamental emerging market berubah dramatis. Hanya saja, ada kenaikan risiko di sekitarnya,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Sentimen dari perang dagang memanas lagi setelah Turki, yang tengah dilanda krisis keuangan, menggandakan tarif beberapa produk impor AS dan China. Radang ekonomi Turki diperkirakan mereda setelah Qatar menjanjikan dana bantuan investasi US$ 15 miliar pada Turki.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia merosot ke level US$ 64 per barel, setelah Amerika menunjukkan cadangan minyaknya di level tertinggi sejak Maret 2017.