Bursa Asia Menguat Ditopang Rencana Pembicaraan Dagang AS-China

Bursa Asia Menguat Ditopang Rencana Pembicaraan Dagang AS-ChinaBursa Asia Menguat Ditopang Rencana Pembicaraan Dagang AS-China

Bursa saham Asia dibuka menguat, pada hari Jumat (17/8), usai China dan Amerika Serikat (AS) setuju untuk mengadakan pembicaraan perdagangan di pekan depan. Ini menjadi pembicaraan pertama bagi kedua negara usai pertemuan pada bulan Juni 2018 lalu yang tidak menghasilkan kesepakatan.

Rally penguatan kurs lira Turki juga mendatangkan sentimen positif dan mendongkrak indeks saham. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2% pada awal perdagangan, Jumat (17/8).

Indeks Nikkei Jepang naik 0,5%, mengekor kenaikan bursa Wall Street. Tadi malam, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,58% dan indeks S&P 500 naik 0,79%. Sementara Indeks saham dunia MSCI naik 0,63 persen pada Kamis (16/8).

Berita bahwa delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen akan bertemu dengan perwakilan AS, membantu meningkatkan kepercayaan diri para investor.

Tetapi sentimen ini diperkirakan dampaknya hanya berumur pendek karena pembicaraan tingkat yang lebih rendah saja tidak mungkin menyelesaikan perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dengan China.

Penasehat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengingatkan China untuk tidak meremehkan tekad Presiden Donald Trump dalam mendorong perubahan dalam kebijakan ekonomi China.

Makanya, pasar saham Cina hampir tidak terkesan dengan rencana pertemuan delegasi AS dan China tersebut. Kemarin, indeks komposit Shanghai berakhir turun 0,66% ke level 2.705,19.

“Jika Anda melihat prospek jangka panjang, AS dapat terpengaruh kalau perselisihan perdagangan berlanjut,” kata Shuji Shirota, kepala strategi ekonomi makro HSBC Securities di Tokyo seperti dikutip Reuters.

Di pasar mata uang, lira Turki kembali rebound ke 5,815 per dolar, naik hampir 25% persen dari rekor terendah yakni 7,2400 yang dicapai pada Senin pekan ini. Lira mendapat sokongan dari janji Qatar untuk menginvestasikan dana senilai US$ 15 miliar di Turki.

Sementara kurs yuan Cina membukukan kenaikan harian terbesar sejak Januari 2017 di perdagangan offshore pada Kamis (16/8), yakni naik 1,2% menyusul berita rencana pembicaraan kembali AS dengan China soal perdagangan. Yuan berada di level 6,8672 per dollar AS.