Bunga Acuan BTN Tidak Naik

Bunga Acuan BTN Tidak Naik

Bunga Acuan BTN Tidak Naik

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan belum memiliki rencana menaikkan suku bunga kredit dalam waktu dekat ini karena mempertimbangkan kondisi likuidatas pasar. hal ini diungkap oleh Direktur Utama BTN Maryono.

Maryono menagatakan saat berada di acara peresmian Jalan Tol Bogor Outer Ring Road seksi IIB di Kota Bogor, Jawa Barat, hari Kamis lalu “Kami ingin agak longgar, karena Bank Indonesia juga memberikan kelonggaran likuiditas secara bersamaan saat menaikkan suku bunga acuan,” katanya.

Diketahui pada akhir Mei lalu, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan, Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan, Bank Indonesia mengantisipasi seandainya ada perubahan dari sisi kebijakan moneter Amerika Serikat yang diprediksi bakal kembali bakal kembali menaikkan Fed Fund Rate.

Dalam kurun waktu 10 hari terakhir, pelemahan rupiah sejak awal tahun berkurang dari 3,2 persen menjadi 2,94 persen. Pelemahan rupiah sempat menyentuh level Rp 14.212 per dolar AS pada 24 Mei 2018. Namun per hari ini, Rupiah berada di level Rp 13.925 per dolar AS

Di kesempatan yang sama Maryono menambahkan, tidak menutup kemungkinan BTN akan menaikkan suku bunga kredit hingga akhir tahun nanti.

Namun, kata dia untuk saat ini, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan perseroan, di antaranya adalah adanya time lag antara suku bunga acuan BI dan bunga dana hingga ke kenaikan suku bunga kredit.

“Kita lihat likuiditas, kita tidak bisa menentukan sampai tahun ini, biasanya kan ada time lagnya kan antara bunga BI dengan bunga dana, kemudian bunga dana ke kenaikan bunga kredit, saya memilih perkiraan time lag ini agak panjang,” jelasnya.

Selain itu, kata Maryono, pihaknya menjaga kenaikan suku bunga kredit untuk menjaga pertumbuhan kredit dan daya beli masyarakat.

Diketahui, saat ini suku bunga dasar kredit BTN untuk kredit perumahan rakyat atau KPR sebesar 10,25 persen. Untuk kredit konsumsi non KPR sebesar 11,5 persen, kredit korporasi 11 persen, dan kredit ritel masing-masing 11,5 persen.